Kabanjahe, sorakaro.com
Kantor Pertanahan Kabupaten Karo menghadiri kegiatan diskusi intensif yang digelar oleh Rumah BUMN Kabanjahe bersama para pendamping dan perwakilan masyarakat, membahas rencana pengolahan biochar berbahan dasar bonggol jagung sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus peningkatan produktivitas pertanian.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kolaboratif, dengan fokus pada pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna—khususnya biochar sebagai pupuk organik ramah lingkungan. Dalam diskusi tersebut, para peserta saling bertukar pandangan mengenai potensi biochar dalam meningkatkan kualitas tanah serta kontribusinya terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karo yang dikenal sebagai sentra jagung.
Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah penetapan Desa Perbesi, yang saat ini tengah direncanakan sebagai lokasi Akses Reforma Agraria, sebagai pusat pilot project pembuatan biochar. Para pendamping dan perwakilan masyarakat menilai bahwa pengembangan biochar di desa tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan Reforma Agraria. Selain mendukung pemanfaatan lahan secara optimal, program ini juga dipandang mampu membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, penciptaan usaha baru, serta penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya desa.
Bapak Sugito, S.SiT., selaku Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Karo menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam diskusi ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan integrasi program Reforma Agraria dengan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pendamping, dan masyarakat, pengembangan biochar diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Perbesi.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti hasil diskusi melalui penyusunan rencana kerja bersama, sekaligus mempersiapkan langkah-langkah teknis menuju implementasi pilot project. Harapannya, inisiatif ini dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis pertanian yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Karo.
Red/sorakaro.com

Komentar