Dinas Pertanian Beri Penjelasan Terkait Pupuk Subsidi, Petani Karo Tunggu Bukti

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karo, sorakaro.com

Krisis kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Karo semakin memanas. Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat dengan melayangkan surat resmi kepada Pupuk Indonesia pada 8 April 2026, mendesak percepatan penyaluran pupuk sesuai kebutuhan petani tahun ini.

Tak hanya itu, Dinas Pertanian Karo juga menegaskan agar distribusi pupuk wajib memenuhi prinsip 7 tepat: tepat waktu, jumlah, jenis, tempat, mutu, harga, dan sasaran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan distribusi masih jauh dari harapan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 10 April 2026, pihak Pupuk Indonesia mengungkap dua penyebab utama krisis:

Dampak banjir besar (force majeure) di Aceh pada akhir 2025 yang mengganggu operasional pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Upaya darurat melalui bantuan stok (banstok) dari produsen lain seperti Pusri, Pupuk Kaltim, dan Petrokimia Gresik.

Sudah Disalurkan, Tapi Masih Kurang

Meski sejak 13–21 April telah disalurkan:

Urea: 2.272 ton

NPK: 4.023 ton

Organik: 950 ton

Faktanya, kebutuhan petani Karo belum terpenuhi. Kondisi ini membuat Pemkab Karo kembali bergerak dengan melaporkan langsung ke Kementerian Pertanian RI pada 20 April 2026.

Dijelaskan, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan RI menyampaikan rencana pasokan lanjutan:

Sisa stok urea: 884 ton (Medan), distribusi ±100 ton/hari

NPK: 934 ton (menunggu kapal KM Surya Pioneer sandar)

Tambahan 600 ton dari Lini I, menunggu pabrik PIM kembali beroperasi, distribusi diperkirakan mulai 24 April 2026

Dalam pernyataan Direktur menegaskan komitmen untuk mengawal distribusi: “Memang ada kendala di pabrik Aceh, tapi bansok sudah bergerak cepat. Mudah-mudahan tanggal 24 pengiriman berjalan lancar dan pupuk segera tersedia.” katanya.

Meski menuai tanggapan dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Petani Menunggu Kepastian ketersediaan pupuk.

Di tengah musim tanam, kelangkaan pupuk menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian di Karo. Pemerintah daerah kini berharap langkah cepat pusat dan produsen bisa segera mengakhiri krisis ini.

Apakah distribusi pupuk akan benar-benar normal akhir April? Petani Karo masih menunggu bukti, bukan janji.

Red/sorakaro.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Fereddy Sinaga Bawa Pulang Perunggu Asian Games 2026, Gelanggang Duel Dorong Kebangkitan Combat Sport Karo
Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Karo Gelar Upacara di Halaman Kantor Bupati
Pendapatan Kabupaten Karo Naik Rp12,26 Miliar pada P-APBD 2026
Dana LUT Rp50,6 Juta per KK untuk Pengungsi Sinabung, Ini Mekanismenya
Bupati Karo Hadiri Puncak Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026
Tudingan terhadap Koperasi Mega Gotong Royong Dibantah, Pengurus Ungkap Catatan Dana
Tim Cara’de PPK Ormawa BEM KMF TP UH Gelar Lokakarya dan Paparkan Hasil Program Smart Hydro-Feed Farming di Desa Tinggimae
Pemkab Karo Buka Business Matching and Community Market Linkage Expo 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Fereddy Sinaga Bawa Pulang Perunggu Asian Games 2026, Gelanggang Duel Dorong Kebangkitan Combat Sport Karo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Karo Gelar Upacara di Halaman Kantor Bupati

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Pendapatan Kabupaten Karo Naik Rp12,26 Miliar pada P-APBD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 17:45 WIB

Dana LUT Rp50,6 Juta per KK untuk Pengungsi Sinabung, Ini Mekanismenya

Selasa, 29 September 2026 - 00:52 WIB

Bupati Karo Hadiri Puncak Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2026

Berita Terbaru