Karo, sorakaro.com
Krisis kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Karo semakin memanas. Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat dengan melayangkan surat resmi kepada Pupuk Indonesia pada 8 April 2026, mendesak percepatan penyaluran pupuk sesuai kebutuhan petani tahun ini.
Tak hanya itu, Dinas Pertanian Karo juga menegaskan agar distribusi pupuk wajib memenuhi prinsip 7 tepat: tepat waktu, jumlah, jenis, tempat, mutu, harga, dan sasaran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan distribusi masih jauh dari harapan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 10 April 2026, pihak Pupuk Indonesia mengungkap dua penyebab utama krisis:
Dampak banjir besar (force majeure) di Aceh pada akhir 2025 yang mengganggu operasional pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM).
Upaya darurat melalui bantuan stok (banstok) dari produsen lain seperti Pusri, Pupuk Kaltim, dan Petrokimia Gresik.
Sudah Disalurkan, Tapi Masih Kurang
Meski sejak 13–21 April telah disalurkan:
Urea: 2.272 ton
NPK: 4.023 ton
Organik: 950 ton
Faktanya, kebutuhan petani Karo belum terpenuhi. Kondisi ini membuat Pemkab Karo kembali bergerak dengan melaporkan langsung ke Kementerian Pertanian RI pada 20 April 2026.
Dijelaskan, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan RI menyampaikan rencana pasokan lanjutan:
Sisa stok urea: 884 ton (Medan), distribusi ±100 ton/hari
NPK: 934 ton (menunggu kapal KM Surya Pioneer sandar)
Tambahan 600 ton dari Lini I, menunggu pabrik PIM kembali beroperasi, distribusi diperkirakan mulai 24 April 2026
Dalam pernyataan Direktur menegaskan komitmen untuk mengawal distribusi: “Memang ada kendala di pabrik Aceh, tapi bansok sudah bergerak cepat. Mudah-mudahan tanggal 24 pengiriman berjalan lancar dan pupuk segera tersedia.” katanya.
Meski menuai tanggapan dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Petani Menunggu Kepastian ketersediaan pupuk.
Di tengah musim tanam, kelangkaan pupuk menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian di Karo. Pemerintah daerah kini berharap langkah cepat pusat dan produsen bisa segera mengakhiri krisis ini.
Apakah distribusi pupuk akan benar-benar normal akhir April? Petani Karo masih menunggu bukti, bukan janji.
Red/sorakaro.com

Komentar