Mejuah-juah
Kabar Sibayak Simalem Sosial&Budaya

Keberadaan Judi dan Narkoba, Luka Komplikasi dan Hilangnya Nuansa Simalem Bagi Warga Karo

ilustrasi
ilustrasi

Essay, edisi ke II

 

Kabanjahe, sorakaro.com

Malam, Kantor Kepala Desa Naman Teran di Geruduk Massa

Tanah Karo, sebuah wilayah yang dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, kekayaan budayanya yang khas, dan keramahan penduduknya, selalu menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan harmoni sosial yang seringkali diistilahkan sebagai nuansa simalem.

Simalem, dalam konteks budaya Karo, merujuk pada suasana damai, sejahtera, dan penuh kasih sayang yang menjadi jantung kehidupan komunal masyarakatnya. Namun, belakangan ini, luka mendalam mulai menganga di permukaan kehidupan sosial masyarakat Karo akibat penetrasi gelap judi dan peredaran narkoba.

Ukir Prestasi, Kantor Pertanahan Kabupaten Karo Sabet Empat Penghargaan Sekaligus

Kehadiran dua fenomena destruktif ini tidak hanya menggerogoti sendi ekonomi rumah tangga, tetapi yang lebih mengkhawatirkan, mengikis perlahan-lahan esensi karakter dan harmoni sosial yang selama ini menjadi identitas kebanggaan warga asli.

Perjudian, dalam berbagai bentuknya, telah lama menjadi momok sosial di banyak daerah, dan Tanah Karo tidak terkecuali. Dari permainan yang dianggap sepele hingga praktik yang lebih terorganisir, judi menawarkan ilusi kekayaan instan yang sangat rentan memikat mereka yang berada dalam kesulitan ekonomi atau mencari pelarian dari kejenuhan hidup.

Dampak langsungnya adalah kehancuran finansial keluarga. Ketika seorang kepala rumah tangga atau anggota keluarga terjerumus dalam lingkaran utang akibat judi, stabilitas rumah tangga goyah. Sumber daya yang seharusnya dialokasikan untuk pendidikan anak, kesehatan, atau pengembangan usaha tani, justru terbuang sia-sia.

Kasus-kasus perceraian, peningkatan kriminalitas skala kecil seperti pencurian, serta konflik antar tetangga sering kali dapat dilacak kembali ke akar masalah kecanduan judi ini.

Lebih merusak lagi adalah penetrasi narkoba. Di tengah upaya pemerintah daerah untuk memajukan sektor pariwisata berbasis kekayaan alam dan budaya, narkoba datang sebagai racun perusak generasi muda. Tanah Karo, yang secara historis merupakan wilayah dengan struktur sosial adat yang kuat, kini menghadapi tantangan baru dari peredaran zat-zat adiktif yang merusak fungsi kognitif dan moralitas.

Penggunaan narkoba tidak hanya menciptakan individu yang terisolasi dan tidak produktif, tetapi juga mendorong rantai kejahatan yang lebih serius. Remaja yang seharusnya menjadi penerus budaya dan pembangunan justru menjadi korban atau bahkan pengedar. Ketika generasi muda kehilangan orientasi karena pengaruh zat terlarang, masa depan Tanah Karo menjadi suram.

Keberadaan judi dan narkoba secara sistematis menggerogoti nuansa simalem. Simalem mensyaratkan adanya rasa saling percaya, gotong royong, dan kejujuran. Perjudian memicu keserakahan dan kecurigaan, karena fokus beralih dari kesejahteraan bersama menjadi keuntungan pribadi yang bersifat untung-untungan.

Orang mulai memandang tetangganya bukan sebagai mitra dalam kehidupan komunal, melainkan sebagai potensi lawan dalam taruhan atau sebagai target untuk mendapatkan uang haram. Demikian pula, penggunaan narkoba cenderung mendorong penyembunyian diri dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai keluarga dan adat istiadat.

Ketika individu sibuk menutupi kebiasaan buruknya, keterbukaan dan transparansi yang menjadi fondasi simalem akan runtuh.

Fenomena hilangnya nuansa simalem ini terlihat jelas dalam perubahan interaksi sosial. Dalam struktur masyarakat Karo, pertemuan adat atau acara keagamaan menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan kekerabatan.

Namun, di daerah yang terkontaminasi narkoba dan judi, kehadiran anggota masyarakat sering kali berkurang, atau jika hadir, suasana keakraban digantikan oleh kecanggungan dan ketakutan. Ada kegelisahan baru di mata orang tua mengenai keselamatan anak-anak mereka saat bermain di luar rumah atau saat berada di lingkungan desa. Rasa aman yang merupakan bagian tak terpisahkan dari simalem …

Moral Sitepu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement