Kabanjahe, sorakaro.com
Menanggapi keluhan masyarakat terkait langkanya pupuk subsidi di tengah musim tanam, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karo, Leny Puri Chlefes bergerak cepat. Ia langsung berkoordinasi dengan Komisi IV DPR RI untuk mempercepat program penyaluran pupuk subsidi, Rabu (22/04/2026).
Langkah ini diambil setelah sejumlah petani dari Desa Munte, Kecamatan Munte, mendatangi kantor DPRD Karo. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi seperti Urea dan NPK yang sangat dibutuhkan untuk tanaman jagung di masa tanam saat ini.
“Setelah mendengar langsung aspirasi masyarakat, kami akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan para distributor,” ujar Leny.
Ia menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk subsidi sudah menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pihaknya juga telah menghubungi Zulfikar Suhardi, anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat yang bertugas di Komisi IV (bidang pertanian, pangan, dan kelautan). Koordinasi ini bertujuan agar masalah kelangkaan pupuk dapat segera diselesaikan, terutama untuk memenuhi kebutuhan petani jagung di Kabupaten Karo.
“Sebagai Ketua Komisi B, saya sudah berkoordinasi dengan Pak Zulfikar Suhardi dari Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian. Kami ingin penyaluran pupuk subsidi cepat kembali normal,” tandas Leny didampingi Endamia Kaban dan Etrip Tarigan.
Seperti diketahui, situasi saat ini para petani jagung di Karo sangat membutuhkan pupuk NPK dan Urea yang masih masuk dalam daftar pupuk subsidi. Namun, kenyataan di lapangan, kedua jenis pupuk tersebut sulit ditemukan. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan rantai distribusi pupuk subsidi bisa segera diperbaiki dan tepat sasaran.
Red/sorakaro.com

Komentar