Kabanjahe, sorakaro.com
Kelangkaan pupuk subsidi yang melanda petani di Kabupaten Karo selama berbulan-bulan akhirnya menemukan titik terang. Setelah menerima audiensi puluhan warga Desa Munte, DPRD Kabupaten Karo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (27/04/2025) untuk membahas persoalan krusial tersebut.
RDP yang digelar di Kantor DPRD Karo ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Asisten II Pemkab Karo yang juga anggota tim KP3, perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah Sumatera Utara, serta sejumlah kepala desa.
Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, yang memimpin jalannya rapat didampingi Wakil Ketua Korindo Sembiring, mengungkapkan bahwa kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi di Kecamatan Munte, tetapi juga meluas ke Tigabinanga, Laubaleng, dan Juhar. Padahal, wilayah-wilayah tersebut merupakan sentra produksi jagung terbesar di Sumatera Utara.
“Pupuk untuk tanaman jagung harus diberikan maksimal satu bulan setelah tanam. Jika terlambat, petani berisiko gagal panen,” tegas Iriani.
Sementara itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia Wilayah Sumatera Utara, Dani Tambunan, menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi sempat disebabkan oleh faktor alam di Aceh tahun lalu. Namun, ia memastikan kondisi stok pupuk di Karo kini berangsur normal.
“Dalam waktu dekat, akan dikirim sekitar 700 ton pupuk NPK dan total 250 ton pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir April,” ujar Dani didampingi timnya.
Kepala Desa Munte juga menyampaikan perkembangan positif. Setelah audiensi dengan DPRD, desanya telah menerima sekitar 80 ton pupuk, meskipun jumlah tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan seluruh petani.
Dari hasil RDP yang berlangsung alot namun konstruktif, akhirnya disepakati empat poin penting yang menjadi komitmen bersama:
1. Realisasi Distribusi Pupuk – Pupuk urea untuk Sumatera Utara akan direalisasi ulang dari stok pupuk Kaltim, sementara pupuk NPK tetap berasal dari pabrik Iskandar Muda yang saat ini sudah beroperasi normal.
2. Prioritas Pemenuhan untuk Karo – PT Pupuk Indonesia menjadikan Kabupaten Karo sebagai prioritas pemenuhan pupuk subsidi di Sumatera Utara. Pihaknya akan mengejar ketertinggalan penyaluran sesuai data RDKK periode Januari–April 2025, serta menyampaikan informasi penyaluran kepada para pemangku kepentingan pada Mei 2025.
3. Evaluasi dan Penambahan Kuota – Pemerintah Kabupaten Karo melalui RDP ini meminta PT Pupuk Indonesia mengevaluasi dan menambah kuota pupuk subsidi bagi petani di Kabupaten Karo.
4. Percepatan Penyaluran – Pemkab Karo meminta percepatan penyaluran pupuk agar masa pemupukan tanaman petani dapat terpenuhi tepat waktu.
Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, menyebut kesepakatan ini sebagai “angin segar” bagi para petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.
“Petani kini bisa bernapas lega. Tapi kami akan terus mengawal realisasi komitmen ini agar tidak berhenti di atas kertas,” tandasnya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat segera merealisasikan poin-poin kesepakatan tersebut demi menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Karo.
Red/sorakaro.com

Komentar